Wednesday, 10 April 2013

SAKIT HATI DAN MENGAMPUNI

Siapa yang tidak pernah mengalami sakit hati? Tentunya setiap orang pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu hal yang wajar dalam hidup manusia. Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan. Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah sepele hingga masalah besar, dapat menjadi pemicunya. Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, salah ngomong, adanya konflik atau ketidakcocokan, dihina, dianggap remeh, tidak dijadikan kawan dan sebagainya. Dan dari setiap sakit hati, rasa sakit dan ketidakadilan terdapat benih-benih sikap tidak mau mengampuni
Setiap kita pasti pernah mengalami luka dan luka itu juga menimbulkan bekas dalam tubuh kita secara fisik. Bekas luka yang kita miliki itu seringkali tidak bisa hilang dengan cepat walaupun bisa hilang namun tidak 100 % bersih begitu saja. Saat kita melihat bekas luka itu, kita pasti akan teringat bagaimana luka itu bisa ada dalam diri kita. Peristiwa apa dan dimana serta kapan pastinya kita ingat.
Itulah kebiasaan setiap manusia lebih mengingat yang hal-hal yang negatif atau melukai daripada yang positif dan memberkati. Sebagai manusia baru dalam Kristus, kita wajib mengingat ucapan Tuhan Yesus bahwa semua yang keluar dari mulut meluap dari dalam hati (Lukas 6:45). Dan semua yang kita alami dalam hidup ini tidak lepas dari masalah di dalam hati kita. Jadi kita harus keluar dari masalah kepahitan dan dendam serta kekecewaan yang kita alami dalam hidup ini karena apapun, oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun.
Matius 6 : 12, 14 - 15
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; ... Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Ibrani 12 : 14 - 15
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.
Mengapa harus mengampuni? Nanti kita dicap orang yang kalah, lemah. Apa arti mengampuni?
Mengampuni berarti :
1. Mengakui adanya sakit hati - tidak ada penyangkalan sakit hati yang kita alami. Terlalu banyak orang sombong saat ini yang mengatakan tidak namun sebenarnya ya.
2. Menjaga mata tetap terbuka - bersikap jujur dan bergerak maju. Mengampuni tidak berarti menutup mata akan masalah yang pernah timbul tapi melihat dengan benar akar masalah yang menimbulkan masalah dalam hati kita.
3. Menunjukkan kemurahan hati kita karena kemurahan hati adalah buah dari pengampunan. Jika kita mengatakan bahwa kita murah hati maka pengampunan adalah bagian atas hidup kita.
4. Tidak mengingat kesalahan yang pernah dibuat yang artinya mengubur dan tidak menggalinya lagi. Mungkin sulit melupakan tetapi saat kita berbicara tentang hal yang pernah terjadi maka emosi dalam diri kita tidak terusik kembali.
5. Mengampuni berarti sebuah sikap / pilihan. Banyak orang yang tersakiti mengatakan bahwa mereka hanyalah korban jadi bukan mereka yang harus datang lebih dahulu namun pelakunyalah yang harus datang lebih dahulu. Mengampuni adalah sikap hati yang keluar dari dalam diri Anda bukan dari orang lain.
6. Gaya hidup kita sebagai ciptaan baru dalam Kristus adalah hal ini walaupun banyak orang percaya tidak mempedulikannya namun hidup ini hanya bisa dinikmati saat kita memiliki gaya hidup mengampuni. Menjadi ini suatu kebiasaan bukan berdasarkan pertimbangan untung/rugi tetapi jadilah teladan dan berkat bagi banyak orang.

Lalu apa untungnya mengampuni orang yang pernah melukai perasaan / hati kita :
1) Menerima pengampunan Allah bagi kita ( Matius 6:14; Kolose 3:13)
2) Persembahan kita diterima Allah (Matius 5 : 23-24)
3) Doa-Doa kita didengar Allah / Hubungan dengan Tuhan dipulihkan (Yesaya 59 : 1-2; Markus 11: 25-26)
4) Baik untuk kesehatan . Survey kesehatan di AS atas penderita penyakit kanker ditemukan 80 % penderita bermasalah dengan hati mereka yang berhubungan dengan pengampunan.
5) Hidup lebih indah dan penuh suka cita. Tidak ada hidup yang terindah dan terbaik yang bisa kita nikmati jika kita selalu menyimpan penyakit hati dalam diri kita terhadap orang lain.
Kita pernah mendengar firman, "mata ganti mata, gigi ganti gigi" tapi Aku berkata kpdmu," janganlah melawan org yg berbuat jahat kpdmu..(Mat.5:38-39).
Yesus menawarkan konsep "murah hati/kasih dlm menghadapi perkara (baca ayat2 sesudahnya dlm Mat.5:38-42). Murah hati tak sama dgn sikap murahan. Sbb murahan itu sesuatu yg sangat gampang dimiliki/didapatkan/dirasakan. Sedangkan murah hati justru sebaliknya, untk memilikinya/ merasakannya/mendapatkannya tidaklah mudah, namun demikian sulit, tidak gampang, tak setiap org dpt/mampu dgn mudah memiliki sikap spt itu (murah hati).

Jadi siapkah kita untuk mengasihi dan mengampuni orang yang menyakiti kita ?

Tuhan Yesus Memberkati.

3 comments:

Post a Comment

Berlangganan

FeedLangganan Artikel by Email ?

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

Matius 11:28-30

TA'ALAU ILAYYA ya jami'al-mut'abina wats-tsaqilil-ahmal, wa Ana urihukum. Ihmilu niri 'alaikum wa ta'allamu minni, li-anni wadi'un wa mutawadhi'ul-qalb, fa-tajidu rahatan li-nufusikum. Li-anna niri hayyinun wa himli khafif ” (Matius 11:28-30) COME TO ME, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light).” (Matius 11:28-30) MARILAH KEPADA-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan..” (Matius 11:28-30) Dào wǒ zhèlǐ lái, nǐ shuí shì láokǔ dān zhòngdàn de, wǒ jiù shǐ nǐmen dé ānxí. Jiù ná wǒ de è, nǐ xué wǒ, yīnwèi wǒ shì wēnróu qiānbēi de xīnzàng hé línghún huì fāxiàn xiūxí. Yīnwèi wǒ de è shì róngyì de, wǒ de dànzi shì qīng. Komt tot Mij, allen die vermoeid en belast zijt, en Ik zal u rust geven. Neem mijn juk op u en leert van Mij, want Ik ben zachtmoedig en nederig van hart en ziel rust vinden. Voor mijn juk is zacht en mijn last is licht. Matteüs 11: 28-30 He, para wong kang kesayahan lan kamomotan, padha mrenea, Aku bakal gawe ayemmu. Pasanganku padha tampanana ing pundhakmu lan padha nggegurua marang Aku, awit Aku iki alus lan lembah manah, satemah kowe bakal padha oleh ayeming nyawamu, Amargo pasanganKu iku kepenak lan momotanku iku entheng. Subete wa anata ga tsukareta to futan-shadeari, watashi wa anata ga yasuma sete ageyou, watashi ni kimasu. Anata ni watashi no ku-biki o toru to, watashi wa nokori no bubun o mitsukeru no kokoro to tamashī ni yasashiku, kenkyona omoi no tame ni, watashi kara manabimasu. Watashi no ku-biki wa oi yasuku, watashi no ni wa karuikaradesu. Hãy đến với tôi, tất cả các bạn những kẻ mệt mỏi và gánh nặng, Ta sẽ cho các ngươi được yên nghỉ. Hãy mang lấy ách của ta và học hỏi từ tôi, vì tôi hiền lành và khiêm nhường trong lòng và tâm hồn sẽ được nghỉ ngơi. Vì ách ta dễ chịu và gánh ta nhẹ nhàng.