Thursday, 14 September 2017

Tata Ibadah HPII / HPKD





TATA IBADAH


HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA & 
HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA
(HPII/HPKD)


Minggu, 01 Oktober 2017
Menggunakan Tata Ibadah
Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL)


Tema:
“MEWUJUDAKN KEADILAN MELALUI SIKAP BERBAGI”
(Ulangan 16:1-20)
   
                                   


PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDNESIA
Jl. Salemba Raya No. 10 Jakarta 10430 Telp. 021 – 31504455/3908119-20
Fax: 021 – 3150457 email: pgi@bit.net.id


KATA PENGANTAR

Salam Sejahtera dalam Kasih Yesus Kristus!
Gereja-gereja di seluruh dunia setiap minggu pertama bulan Oktober melakukan Perjamuan Kudus bersama-sama, untuk mengingatkan kembali tentang hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus. Ia telah mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Karena itu, kita harus mewartakan kepada orang lain, agar dunia percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Juruselamat Dunia

Indonesia melaksanakan Hari Perjamuan Kudus se-Dunia bersamaan dengan Hari Pekabaran Injil  Indonesia. Tema HPII dan HPKD 2017 adalah ”Mewujudkan Keadilan Melalui Sikap Berbagi” (Ulangan 16:1-20)

Perayaan ibadah HPII dan HPKD 2017 ini memakai Tata Ibadah Perjamuan Kudus dari Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL), dengan alamat kantor Sinode Jalan Veteran No.83 Palopo 91923, Sulawesi Selatan. Kotak Pos :118.

Pada kebaktian HPII dan HPKD tahun ini, kami memohon dukungan doa dan kerjasama Gereja-gereja Anggota PGI untuk dapat ikut berperan dalam menunjang program Pekabaran Injil di Indonesia melalui Bidang Koinonia PGI. Jika gereja setempat tergerak untuk membantu kami dalam hal dana, dapat dilakukan dengan menjalankan pundi persembahan ekstra pada Kebaktian HPII dan HPKD 2017, dan diteruskan ke:

Rek. PGI, c.q Bidang Koinonia PGI:
1.   Atas nama PGI,                                  2.   Atas nama PGI
      No. 0230.01.000448.30.6                         No. 342.301.2001
      BRI Cab. Jakarta Cut Mutiah                   BCA Cabang Matraman
      Jl. Cut Mutiah No.12,                               Jl. Matraman Raya, 
      Jakarta Pusat.                                            Jakarta Pusat                

Atas segala bentuk dukungan dan kerjasama, kami ucapkan terima kasih. Selamat merayakan HPII dan HPKD 2017. Kiranya Yesus Kristus, Kepala Gereja, semakin memberkati pelayanan kita semua.

Jakarta, 4 September 2017
Teriring Salam dan Doa,


Pdt. Sri Yuliana, M.Th.
Sekretaris Eksekutif Bidang KPG PGI


PENJELASAN  PENGGUNAAN  TATA  IBADAH  HPII & HPKD
Minggu, 01 Oktober 2017

Nyanyian dalam tata ibadah ini dapat diganti (disesuaikan) dengan nyanyian jemaat setempat.
Penempatan Paduan Suara (Vokal Group) dan Warta Jemaat ditempatkan menurut  kebiasaan masing-masing jemaat.
Pada Pelayanan Perjamuan Kudus (pembagian roti dan anggur) dapat disesuaikan dengan kebiasaan gereja setempat. 
Tema Ibadah HPII dan HPKD tahun ini sekaligus tema khotbah, adalah “MEWUJUDKAN KEADILAN MELALUI SIKAP BERBAGI”. Berikut ini bahan pemikiran untuk Pelayan Firman:


TEMA:
“MEWUJUDKAN KEADILAN MELALUI SIKAP BERBAGI”

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,
Bacaan yang diambil sebagai Tema HPII/HPKD 2017 ini adalah dari Ulangan 16:1-20. Nats: “Keadilan dan semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar” (ayat 20a). Nats ini juga merupakan ayat yang digunakan sebagai tema Pekan Doa Bagi Kesatuan Umat Kristiani yang diadakan setiap tahunnya oleh Dewan Gereja-gereja Sedunia dan Vatikan. Di mana pada tahun 2019 mendatang Pekan Doa Bagi Kesatuan Umat Kristiani akan mengangkat konteks gereja-gereja di Indonesia. 

Pergumulan yang dihadapi oleh Gereja-gereja di Indonesia saat ini, antara lain sangat erat hubungannya dengan persoalan: kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, radikalisme, intoleransi dan diskriminasi terhadap kelompokkelompok tertentu. Situasi ini disebabkan oleh banyak hal, tetapi terutama disebabkan oleh pemerintahan yang kurang bersih dan jujur. Mungkin sulit dipercaya – kalau tidak bisa dibilang mengejutkan – bahwa sekarang ini sulit sekali bagi kita menemukan aparat pemerintahan yang jujur, bersih serta idealis.  Dalam situasi seperti ini, banyak orang beranggapan dan percaya bahwa para pemimpin negeri ini bukanlah para pemimpin yang terbaik yang bisa kita harapkan berdasarkan catatan sejarah dan pengalaman di masa lalu.  Sejarah panjang kolonialisme serta pemerintahan “terpimpin” di masa lalu memberikan pengaruh yang dominan situasi saat ini. Ketika orang-orang diperhadapkan pada situasi untuk bisa mengatasi persoalan-persoalannya sendiri, maka mereka berpaling kepada lembaga-lembaga agama sebagai sebuah upaya bertahan hidup. Dari bidang pendidikan ke layanan kesehatan, dari kehidupan rumah tangga hingga persoalan-persoalan ekonomi, masyarakat masih bergantung pada kearifan lokal dan nilai-nilai yang dikembangkan melalui budaya yang seringkali dikoordinasikan oleh lembaga-lembaga agama. Oleh karena itu, agama memainkan peran yang penting di Indonesia baik sebagai sebuah sistem pendukung, sekalipun perlu diakui juga sebagai potensi perpecahan. Perbedaan yang ditimbulkan oleh agama, bertabrakan juga dengan sentimen etnis dan perbedaan strata sosial, yang dalam hal ini perbedaan kaya miskin serta perbedaan etnik kemudian berkembang  menjadi  menjadi sentimen agama.

Sebagai umat percaya kita perlu berdoa demi keadilan dan tanggung jawab untuk menjalankan keadilan. Sebagaimana tertulis dalam Ulangan 16: 1-20 dan disampaikan dengan tajam oleh penulisnya yang masih relevan untuk situasi dan kebutuhan yang kita hadapi saat ini. Perikop ini dipercaya sebagai bagian dari khotbah Musa yang terakhir kepada bangsa Israel untuk memperbarui kesetiaan dan komitmen meraka kepada Hukum Taurat yang telah diberikan kepada mereka. Disampaikan dalam konteks “memberi” dalam rangka Paska sebagai sebuah perayaan sukacita kepada semua orang tanpa memandang latar belakang mereka. “Haruslah engkau bersuka cita pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu” *Ulangan 16:14]. Situasi ideal ini hanya akan terjadi apabila kesejahteraan dan keadilan sosial bagi semua orang terwujud yang dilambangkan dengan Paska. Secara khusus menurut Ulangan 16: 18-20, kewajiban ini diberikan kepada bangsa Israel bukan hanya menyangkut kehidupan keagamaan [religiositas], tetapi juga sebagai praktik kehidupan dalam struktur sosial yang adil dan jujur. Dalam kerangka umat dapat merasakan kebaikan TUHAN, keadilan harus ditegakan [Mazmur 85: 8-13]. Hakim harus dapat memberikan keputusan yang adil, tidak berpihak dan tidak menerima suap, seperti kata pepatah, “Suap membutakan mata orang bijaksana dan menumbangkan mereka yang benar”. Tidak ada damai tanpa keadilan.  

Kiranya melalui Ibadah dalam rangka memperingati Hari Pekabaran Injil di Indonesia dan Hari Perjamuan Kudus Sedunia (HPII/HPKD) semua umat Kristiani di Indonesia dan seluruh dunia hidup dalam damai dan menjadi bagian dari umat Tuhan yang menempatkan kita di tengah bangsa ini untuk mewujudkan keadilan. Gereja-gereja harus menyampaikan suara kenabiannya melalui pemberitaan Injil kepada para pemimpin umat, khususnya yang kini banyak terlibat dalam ketidakadilan dan tindak korupsi. Juga kepada warga masyarakat yang menjadi korban ketidakadilan, supaya mereka dapat merasakan anugerah Allah sebagaimana kita merasakannya. Anugerah Allah kepada semua orang hanya dapat dirasakan secara adil jika kita mau mengembangkan sikap BERBAGI. Berbagi dalam dan melalui semua aspek kehidupan kepada sesama, tidak serakah dan berani berkata CUKUP, menyampaikan kesatuan kepada mereka yang mengasihi dunia ini dalam Kristus dan untuk mempersembahkan hidupnya sebagai penggenapan kehidupan seluruh ciptaan.  

Damai Allah beserta kita. Amin.









  TATA IBADAH 
HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA DAN 
HARI PERJAMUAN KUDUS se-DUNIA
(HPII DAN HPKD)
 1. NYANYIAN PENGANTAR  PKJ. 13 : 1 , 2           (Berdiri)
 
 
  2. VOTUM  DAN  SALAM        

     PF   : Pertolongan kepada kita datangnya dari Tuhan yang  menciptakan langit dan bumi dan yang tidak  meninggalkan ciptaan tangan-Nya.      
            Kasih Karunis dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai       saudara sekalian. Amin.

 3. MENYANYI  PKJ. 219 : 1 , 2         



                               
4. DOA PENGAKUAN DOSA DAN BERITA ANUGERAH ( Duduk )
   Marilah kita merendahkan diri di hadapan Tuhan Allah kita dan               mengaku dosa kita kepada-Nya. Kita berdoa : ……………….   
     (Sesudah berdoa, baca   Yesaya 1 : 18; Kolose 1 : 13-14, )

5.  MENYANYI  KJ. 40 : 1 , 2




 6.  SEPULUH HUKUM  (Berdiri)
7.  MENYANYI  KJ. 280 : 1 – 3 




 8.  DOA PEMBACAAN ALKITAB                   (Duduk)
9.  PEMBACAAN  ALKITAB         
10. MENYANYI  KJ. 53 : 1 



11. KHOTBAH
12.   PERJAMUAN KUDUS
AKTA PERJAMUAN KUDUS
Saudara-saudara sidang jemaat yang dikasihi Tuhan.
 Dengarkanlah arti perjamuan kudus. Tuhan Yesus bersabda : “perbuatlah demikian menjadi peringatan akan Aku”. Tuhan Yesus Juruselamat kita yang telah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama telah datang ke dunia ini sehingga mati di kayu salib mengganti kita. Ia telah menanggung sengsara, itulah sebabnya dengan berdukacita Ia berdoa kepada Bapa-Nya :    “Ya Bapaku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Mat. 26 :39) Ia harus minum habis isi cawan itu. Ia telah diikat supaya menguraikan kita. Ia dihukum mati supaya kita yang berdosa dibenarkan dihadapan Allah. Ia telah disalib, supaya dihapuskan surat dosa kita. Ia telah menanggung segala kutuk kita pada kayu salib, supaya Ia menganugerahi kita berkat-Nya. Ia telah menyaringkan suara-Nya, “ Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”, supaya kita diterima oleh Allah dan sekali-kali tidak ditinggalkannya kita. Ia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya dalam kematian-Nya di kayu salib, waktu Ia bersabda: “Sudah genap”. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dengan nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan”, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp. 2 : 11-19)
 Setiap kali kita makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, kita menerima itu selaku tanda dan materai dari pengasihan dan kesetian-Nya kepada kita. Demikianlah Perjamuan Kudus berarti bahwa Tuhan kita Yesus Kristus oleh kurban-Nya yang sempurna dan sekali saja bagi sekalian, telah membebaskan kita dari sumber segala kesusahan, yaitu dosa. Suatu Perjanjian Baru diadakan-Nya dengan kita dan Roh-Nya yang menghidupkan itu dikaruniakan-Nya kepada kita, supaya kita dapat hidup dengan Dia dalam suatu persekutuan yang benar. Demikian juga Ia mempersekutukan kita seorang dengan yang lain dalam kasih yang benar yang patut kita tunjukkan dalam perkataan dan perbuatan.
Saudara-saudara Jemaat, marilah kita berdoa :
 “Ya Allah, yang Mahamurah, Bapa kami dalam Yesus Kristus. Kami mohon kepada-Mu supaya dalam perjamuan kudus ini Engkau bekerja oleh Roh-Mu dalam hati kami, supaya dengan penuh kepercayaan yang dikaruniakan kepada kami, kami menyerahkan diri kepada anak-Mu Yesus Kristus. Kenyangkanlah   dan segarkanlah hati kami yang menanggung dosa dengan Roti Kehidupan, yaitu Yesus Kristus.  Kuatkanlah  kami, supaya kami tidak lagi hidup dalam dosa, melainkan Kristus hidup di dalam kami dan kami di dalam Dia. Berikanlah kami keteguhan iman bahwa Engkaulah Bapa yang Rahmani yang tidak berbuat kepada kami menurut dosa kami. Karuniakanlah kepada kami anugerah, supaya kami mendapat penghiburan  dalam memikul salib dan menyangkal diri, dalam mengaku penebus kami, dalam memandang kepada-Mu dalam suka maupun duka, dalam menanti Tuhan kami dari sorga yang akan menyambut kami untuk kehidupan yang kekal. Amin.

Marilah kita menyanyi dari KJ 368:1,3
(Sementara itu, pelayan turun dari mimbar untuk mempersiapkan meja perjamuan Kudus) 


 Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.
 Roti dan anggur yang kita lihat ini hendaklah kita terima sebagai tanda dan materai dari pengorbanan dan persekutuan dengan Kristus. Supaya kita dipelihara dengan roti sorgawi, yakni Yesus Kristus. Janganlah hati kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan dengan iman kita mengangkat hati kepada Yesus Kristus, Tuhan kita.

 JEMPUTAN
Saudara - saudaraku, marilah sebab meja Perjamuan Tuhan sudah sedia.
( Sementara memecahkan roti, pelayan mengucapkan ) :

“ Roti yang dipecah-pecahkan ini adalah tanda persekutuan kita dengan tubuh Kristus, Ambilah ….(setelah semua sudah mendapat roti, pelayan berkata: Makanlah, Tuhan Yesus bersabda : Inilah TubuhKu yang diserahkan karena kamu, perbuatlah demikian menjadi peringatan akan Aku).



 ( Sementara mengangkat cawan minuman, pelayan mengucapkan ) :
“ Cawan minuman yang atasnya kita mengucap syukur ini adalah tanda persekutuan kita dengan darah Kristus Tuhan kita, Ambilah…..(Setelah semua sudah mendapat anggur, pelayan berkata : Minumlah kamu sekalian dari cawan ini, Tuhan Yesus bersabda : Inilah darah-Ku, yaitu darah Perjanjian Baru yang ditumpahkan karena orang banyak, sebagai jalan keampunan dosa).

(Selesai minum, Pelayan membaca bagian dari Alkitab yang sesuai dengan
Perjamuan Kudus pada setiap meja atau menyanyi dari Mzm/Ny.Rohani/KJ/PKJ. Kemudian memberikan kesempatan peserta Perjamuan Kudus untuk berdoa masing-masing, dan kemudian mempersilahkan mereka kembali ke tempat semula. Setelah Pelayanan Perjamuan Selesai, Pelayan kembali ke mimbar).

13. UCAPAN SYUKUR
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
 Karena Tuhan sudah menguatkan dan menyegarkan jiwa kita, marilah kita sekarang memuji nama Tuhan dan mengucapkan syukur kepada-Nya serta masing-masing berkata dalam hati : “ Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku. Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya. Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat. Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan. Tuhan menjalankan keadilan dan hukum bagi semua orang yang diperas. Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabardan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut dan tidak untuk selamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa-dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia. Sejauh Timur dari Barat, demikian dijauhkan-Nya dari kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang  kepada anakanaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

14.  MENYANYI  KJ. 393  :  1 – 3( Persembahan )



 
15.  DOA  PERSEMBAHAN
         DAN  DOA  BAPA  KAMI


16.  MENYANYI  KJ.  314 ; 1 , 4 


17.  DOA  SYAFAAT 
18.  MENYANYI  PKJ.  183  :  1 , 2                  (Berdiri)


 
19.  PENGAKUAN  IMAN  RASULI        
20.  BERKAT

PF        Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau 
            Tuhan Menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau   kasih karunia;
            Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera

P+J  Amin.....amin.... amin....

Berlangganan

FeedLangganan Artikel by Email ?

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

Matius 11:28-30

TA'ALAU ILAYYA ya jami'al-mut'abina wats-tsaqilil-ahmal, wa Ana urihukum. Ihmilu niri 'alaikum wa ta'allamu minni, li-anni wadi'un wa mutawadhi'ul-qalb, fa-tajidu rahatan li-nufusikum. Li-anna niri hayyinun wa himli khafif ” (Matius 11:28-30) COME TO ME, all you who are weary and burdened, and I will give you rest. Take my yoke upon you and learn from me, for I am gentle and humble in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy and my burden is light).” (Matius 11:28-30) MARILAH KEPADA-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan..” (Matius 11:28-30) Dào wǒ zhèlǐ lái, nǐ shuí shì láokǔ dān zhòngdàn de, wǒ jiù shǐ nǐmen dé ānxí. Jiù ná wǒ de è, nǐ xué wǒ, yīnwèi wǒ shì wēnróu qiānbēi de xīnzàng hé línghún huì fāxiàn xiūxí. Yīnwèi wǒ de è shì róngyì de, wǒ de dànzi shì qīng. Komt tot Mij, allen die vermoeid en belast zijt, en Ik zal u rust geven. Neem mijn juk op u en leert van Mij, want Ik ben zachtmoedig en nederig van hart en ziel rust vinden. Voor mijn juk is zacht en mijn last is licht. Matteüs 11: 28-30 He, para wong kang kesayahan lan kamomotan, padha mrenea, Aku bakal gawe ayemmu. Pasanganku padha tampanana ing pundhakmu lan padha nggegurua marang Aku, awit Aku iki alus lan lembah manah, satemah kowe bakal padha oleh ayeming nyawamu, Amargo pasanganKu iku kepenak lan momotanku iku entheng. Subete wa anata ga tsukareta to futan-shadeari, watashi wa anata ga yasuma sete ageyou, watashi ni kimasu. Anata ni watashi no ku-biki o toru to, watashi wa nokori no bubun o mitsukeru no kokoro to tamashī ni yasashiku, kenkyona omoi no tame ni, watashi kara manabimasu. Watashi no ku-biki wa oi yasuku, watashi no ni wa karuikaradesu. Hãy đến với tôi, tất cả các bạn những kẻ mệt mỏi và gánh nặng, Ta sẽ cho các ngươi được yên nghỉ. Hãy mang lấy ách của ta và học hỏi từ tôi, vì tôi hiền lành và khiêm nhường trong lòng và tâm hồn sẽ được nghỉ ngơi. Vì ách ta dễ chịu và gánh ta nhẹ nhàng.